Call us now:
Menguasai Kimia Kelas XII Semester 2: Panduan Lengkap dengan Contoh Soal dan Pembahasan Mendalam
Semester 2 kelas XII merupakan periode krusial dalam pembelajaran kimia. Materi yang disajikan seringkali lebih kompleks dan membutuhkan pemahaman konseptual yang kuat, serta kemampuan aplikasi dalam menyelesaikan soal-soal yang variatif. Materi utama yang umum dibahas meliputi kimia unsur, kimia inti, kimia organik (terutama hidrokarbon, turunan hidrokarbon, dan makromolekul), serta konsep kesetimbangan kimia dan kinetika reaksi yang lebih mendalam.
Untuk membantu Anda mempersiapkan diri menghadapi ujian dan menguasai materi ini, artikel ini akan menyajikan beberapa contoh soal pilihan ganda yang sering muncul dalam ujian sekolah maupun ujian nasional, beserta pembahasan rinci dan strategi penyelesaiannya. Target kita adalah mencapai sekitar 1.200 kata agar cakupan materi dan penjelasan bisa optimal.
Bagian 1: Kimia Unsur dan Kimia Inti
Soal 1:
Dalam tabel periodik, unsur-unsur golongan alkali tanah (Golongan IIA) memiliki reaktivitas yang meningkat seiring bertambahnya nomor atom. Manakah pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan sifat kimia unsur alkali tanah?
A. Semakin ke bawah, jari-jari atom semakin kecil.
B. Semakin ke bawah, energi ionisasi pertama semakin besar.
C. Semakin ke bawah, kemampuan membentuk ion positif semakin mudah.
D. Senyawa oksida dari unsur alkali tanah bersifat asam.
E. Senyawa hidroksida dari unsur alkali tanah mudah larut dalam air.
Pembahasan:
Mari kita analisis setiap pilihan:
- A. Semakin ke bawah, jari-jari atom semakin kecil. Pernyataan ini salah. Dalam satu golongan, jumlah kulit atom bertambah seiring bertambahnya nomor atom. Penambahan kulit ini menyebabkan elektron terluar semakin jauh dari inti atom, sehingga jari-jari atom semakin besar seiring menuruni golongan.
- B. Semakin ke bawah, energi ionisasi pertama semakin besar. Pernyataan ini salah. Energi ionisasi adalah energi yang dibutuhkan untuk melepaskan satu elektron terluar dari atom dalam keadaan gas. Karena elektron terluar semakin jauh dari inti (jari-jari atom membesar) dan tarikan inti terhadap elektron terluar semakin lemah, maka energi yang dibutuhkan untuk melepaskan elektron justru semakin kecil seiring menuruni golongan.
- C. Semakin ke bawah, kemampuan membentuk ion positif semakin mudah. Pernyataan ini benar. Unsur alkali tanah cenderung melepaskan dua elektron terluarnya untuk membentuk ion bermuatan +2. Seperti yang dijelaskan pada poin B, energi ionisasi semakin kecil ke bawah, yang berarti lebih mudah melepaskan elektron. Oleh karena itu, kemampuan membentuk ion positif (+2) menjadi semakin mudah seiring menuruni golongan. Contohnya, Magnesium (Mg) lebih mudah membentuk Mg²⁺ daripada Berilium (Be).
- D. Senyawa oksida dari unsur alkali tanah bersifat asam. Pernyataan ini salah. Oksida dari unsur logam, termasuk alkali tanah, umumnya bersifat basa. Contohnya, MgO bereaksi dengan air membentuk Mg(OH)₂, yang merupakan basa.
- E. Senyawa hidroksida dari unsur alkali tanah mudah larut dalam air. Pernyataan ini salah. Kelarutan hidroksida alkali tanah meningkat seiring bertambahnya nomor atom. Berilium hidroksida (Be(OH)₂) sangat sedikit larut, Magnesium hidroksida (Mg(OH)₂) sedikit larut, sedangkan Kalsium hidroksida (Ca(OH)₂) dan Barium hidroksida (Ba(OH)₂) relatif lebih mudah larut. Jadi, tidak semua mudah larut, dan kecenderungan kelarutannya justru meningkat ke bawah.
Kesimpulan: Pilihan yang paling tepat adalah C.
Soal 2:
Reaksi fusi nuklir adalah proses penggabungan dua inti atom ringan menjadi satu inti atom yang lebih berat, disertai pelepasan energi yang sangat besar. Contoh reaksi fusi yang terjadi di Matahari adalah:
$1^2textH + 1^3textH rightarrow _2^4textHe + textn + textEnergi$
Manakah pernyataan berikut yang salah mengenai reaksi fusi nuklir?
A. Reaksi ini merupakan sumber energi Matahari.
B. Reaksi ini memerlukan suhu dan tekanan yang sangat tinggi.
C. Jumlah proton dan neutron sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.
D. Reaksi ini merupakan inti dari bom atom jenis fisi.
E. Energi yang dilepaskan berasal dari perbedaan massa sebelum dan sesudah reaksi.
Pembahasan:
Mari kita telaah setiap pernyataan:
- A. Reaksi ini merupakan sumber energi Matahari. Pernyataan ini benar. Matahari dan bintang-bintang lainnya mendapatkan energi mereka dari reaksi fusi nuklir, terutama penggabungan inti hidrogen menjadi helium.
- B. Reaksi ini memerlukan suhu dan tekanan yang sangat tinggi. Pernyataan ini benar. Agar inti atom yang bermuatan positif dapat saling mendekat dan bergabung, diperlukan energi kinetik yang sangat besar untuk mengatasi gaya tolak Coulomb. Energi kinetik ini didapatkan dari suhu dan tekanan yang ekstrem, seperti yang terjadi di inti Matahari.
- C. Jumlah proton dan neutron sebelum dan sesudah reaksi adalah sama. Pernyataan ini salah. Dalam reaksi nuklir, jumlah massa total (nomor massa) dan jumlah muatan total (nomor atom) harus terjaga (hukum kekekalan massa dan muatan). Mari kita periksa pada contoh soal:
- Sebelum reaksi: $1^2textH$ (1 proton, 1 neutron) + $1^3textH$ (1 proton, 2 neutron). Total proton = 1 + 1 = 2. Total neutron = 1 + 2 = 3. Total nomor massa = 2 + 3 = 5.
- Sesudah reaksi: $_2^4textHe$ (2 proton, 2 neutron) + $textn$ (0 proton, 1 neutron). Total proton = 2 + 0 = 2. Total neutron = 2 + 1 = 3. Total nomor massa = 4 + 1 = 5.
Dalam contoh ini, jumlah proton total dan jumlah neutron total memang sama sebelum dan sesudah reaksi. Namun, ini adalah contoh spesifik. Pernyataan "Jumlah proton dan neutron sebelum dan sesudah reaksi adalah sama" secara umum tidak selalu benar karena neutron dapat diubah menjadi proton (atau sebaliknya) dalam beberapa reaksi nuklir, atau neutron dapat keluar sebagai produk sampingan. Yang pasti terjaga adalah jumlah nomor massa dan nomor atom (jumlah proton). Jadi, pernyataan ini bisa jadi benar untuk contoh ini, tetapi secara konseptual kurang tepat sebagai prinsip umum.
Mari kita tinjau ulang pernyataan C secara lebih cermat. Dalam reaksi nuklir, yang kekal adalah nomor massa total dan nomor atom total (jumlah proton). Jumlah neutron tidak selalu kekal karena neutron bisa berubah menjadi proton atau sebaliknya, atau terlepas.
Pada reaksi yang diberikan: - Sebelum: Nomor massa = 2 + 3 = 5. Nomor atom = 1 + 1 = 2.
- Sesudah: Nomor massa = 4 + 1 = 5. Nomor atom = 2 + 0 = 2.
Nomor massa total dan nomor atom total memang terjaga. Namun, jumlah neutron sebelum = (2-1) + (3-1) = 1 + 2 = 3. Jumlah neutron sesudah = (4-2) + 1 = 2 + 1 = 3. Dalam kasus spesifik ini, jumlah neutron juga sama.
Namun, ada reaksi fusi lain di mana jumlah neutron tidak sama. Pernyataan yang lebih akurat adalah jumlah massa dan nomor atom total harus sama. Jika pernyataan C mengacu pada tiap-tiap jenis partikel (proton dan neutron secara terpisah), maka itu salah secara umum.
Jika kita menganggap pernyataan C sebagai "jumlah total proton sama dan jumlah total neutron sama", maka untuk soal yang diberikan, itu benar. Namun, dalam konteks soal pilihan ganda, kita harus mencari yang paling salah atau secara konseptual keliru.
Mari kita lihat pilihan E yang lebih kuat kebenarannya.
- D. Reaksi ini merupakan inti dari bom atom jenis fisi. Pernyataan ini salah. Bom atom jenis fisi (seperti yang digunakan di Hiroshima dan Nagasaki) didasarkan pada reaksi pembelahan inti atom berat (fisi), bukan penggabungan inti atom ringan (fusi). Bom hidrogen (bom termonuklir) menggunakan reaksi fusi.
- E. Energi yang dilepaskan berasal dari perbedaan massa sebelum dan sesudah reaksi. Pernyataan ini benar. Ini adalah prinsip dasar dari teori relativitas Einstein, di mana massa dapat dikonversi menjadi energi ($textE = textmc^2$). Dalam reaksi fusi, massa total produk lebih kecil daripada massa total reaktan. Selisih massa inilah yang diubah menjadi energi dalam jumlah besar.
Berdasarkan analisis, pernyataan D jelas-jelas salah karena mencampuradukkan fusi dengan fisi. Pernyataan C, meskipun dalam contoh spesifik jumlah neutronnya sama, secara umum tidak selalu demikian untuk semua reaksi fusi. Namun, D adalah kesalahan konseptual yang mendasar.
Kesimpulan: Pernyataan yang paling salah adalah D.
Bagian 2: Kimia Organik (Hidrokarbon dan Turunannya)
Soal 3:
Berikut adalah struktur beberapa senyawa organik:
- $textCH_3textCH_2textCH_2textCH_3$
- $textCH_3textCH(textCH_3)textCH_2textCH_3$
- $textCH_3textCH_2textCH(textCH_3)textCH_3$
- $textCH_3textCH_2textCH_2textCH_2textOH$
- $textCH_3textCH(textOH)textCH_2textCH_3$
Pasangan senyawa yang merupakan isomer struktur adalah:
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 4 dan 5
E. 1, 2, dan 3
Pembahasan:
Isomer struktur adalah senyawa-senyawa yang memiliki rumus molekul yang sama tetapi memiliki struktur atau susunan atom yang berbeda. Mari kita tentukan rumus molekul masing-masing senyawa:
- $textCH_3textCH_2textCH_2textCH_3$: Merupakan alkana dengan rantai lurus. Rumus molekulnya adalah $textC4textH10$. (4 atom C, 3+2+2+3 = 10 atom H)
- $textCH_3textCH(textCH_3)textCH_2textCH_3$: Merupakan alkana bercabang. Rantai utamanya ada 4 atom C, dengan gugus metil pada atom C nomor 2. Rumus molekulnya adalah $textC5textH12$. (Atom C: 1+1+1+1+1 = 5. Atom H: 3+1+3+2+3 = 12)
- $textCH_3textCH_2textCH(textCH_3)textCH_3$: Merupakan alkana bercabang. Rantai utamanya ada 4 atom C, dengan gugus metil pada atom C nomor 2. Rumus molekulnya adalah $textC5textH12$. (Atom C: 1+1+1+1+1 = 5. Atom H: 3+2+1+3+3 = 12)
- $textCH_3textCH_2textCH_2textCH_2textOH$: Merupakan alkohol primer. Rumus molekulnya adalah $textC4textH10textO$. (4 atom C, 3+2+2+2+1 = 10 atom H, 1 atom O)
- $textCH_3textCH(textOH)textCH_2textCH_3$: Merupakan alkohol sekunder. Rumus molekulnya adalah $textC4textH10textO$. (4 atom C, 3+1+1+2+3 = 10 atom H, 1 atom O)
Sekarang kita cari pasangan yang memiliki rumus molekul sama:
- Senyawa 1 ($textC4textH10$) berbeda rumus molekul dengan senyawa 2 ($textC5textH12$) dan 3 ($textC5textH12$).
-
Senyawa 2 ($textC5textH12$) dan Senyawa 3 ($textC5textH12$) memiliki rumus molekul yang sama. Keduanya adalah isomer struktur (isomer kerangka). Senyawa 2 adalah 2-metilbutana, sedangkan senyawa 3 adalah 2-metilbutana juga (jika penomoran dimulai dari kiri). Mari kita periksa penamaan kedua senyawa tersebut.
- Senyawa 2: $textCH_3textCH(textCH_3)textCH_2textCH_3$. Rantai utama terpanjang adalah 4 atom C (butana). Gugus metil terikat pada C ke-2. Namanya adalah 2-metilbutana.
- Senyawa 3: $textCH_3textCH_2textCH(textCH_3)textCH_3$. Rantai utama terpanjang adalah 4 atom C (butana). Gugus metil terikat pada C ke-2. Namanya adalah 2-metilbutana.
Ternyata, senyawa 2 dan 3 adalah senyawa yang sama, hanya digambarkan berbeda. Ini berarti bukan isomer struktur, melainkan representasi yang sama.
Kesalahan dalam pemahaman soal. Mari kita perbaiki. Soal meminta pasangan senyawa yang merupakan isomer struktur. Artinya, rumus molekulnya sama, tetapi strukturnya berbeda.
Mari kita ulangi penentuan rumus molekul:
- $textCH_3textCH_2textCH_2textCH_3$ (butana): $textC4textH10$
- $textCH_3textCH(textCH_3)textCH_2textCH_3$ (2-metilbutana): $textC5textH12$
- $textCH_3textCH_2textCH(textCH_3)textCH_3$ (Ini sebenarnya sama dengan 2, jika kita menomori dari kanan. Jika menomori dari kiri, gugus metil ada di C3, tetapi kita memilih rantai terpanjang. Rantai utama adalah C-C-C-C, dengan metil di C2. Jadi, ini 2-metilbutana).
Ada kesalahan dalam penulisan contoh soal 3, atau penomoran yang dimaksud berbeda. Mari kita asumsikan ada variasi dalam struktur alkana C5. Contoh isomer alkana C5 adalah:
- Pentana ($textC5textH12$)
- 2-Metilbutana ($textC5textH12$)
- 2,2-Dimetilpropana ($textC5textH12$)
Jika kita lihat kembali soalnya, mungkin maksud dari soal ini adalah membandingkan alkana dengan alkohol.
Senyawa 1: $textC4textH10$
Senyawa 2: $textC5textH12$
Senyawa 3: $textC5textH12$ (Ini sama dengan 2)Senyawa 4: $textC4textH10textO$
Senyawa 5: $textC4textH10textO$Senyawa 4 dan 5 memiliki rumus molekul yang sama ($textC4textH10textO$) dan struktur yang berbeda. Senyawa 4 adalah butanol-1 (alkohol primer), dan senyawa 5 adalah butanol-2 (alkohol sekunder). Keduanya adalah isomer fungsional.
Mari kita perbaiki interpretasi soal. Kemungkinan besar, soal ingin menguji pemahaman isomer kerangka (untuk alkana) dan isomer fungsional (untuk alkohol).
Jika kita menganggap contoh soal yang diberikan, maka:- Senyawa 1: $textC4textH10$
- Senyawa 2: $textC5textH12$
- Senyawa 3: $textC5textH12$ (Ini sama dengan 2).
- Senyawa 4: $textC4textH10textO$
- Senyawa 5: $textC4textH10textO$
Pasangan yang memiliki rumus molekul sama:
- Senyawa 2 dan 3 (keduanya $textC5textH12$). Jika struktur 3 adalah isomer kerangka dari 2, maka ini benar. Tapi seperti yang kita analisis, 2 dan 3 adalah nama yang sama.
- Senyawa 4 dan 5 (keduanya $textC4textH10textO$). Keduanya memiliki rumus molekul sama tetapi gugus fungsinya berbeda posisi, sehingga merupakan isomer posisi. Keduanya adalah isomer fungsional terhadap satu sama lain.
Jika kita melihat pilihan jawaban:
A. 1 dan 2 ($textC4textH10$ vs $textC5textH12$) – tidak sama
B. 1 dan 3 ($textC4textH10$ vs $textC5textH12$) – tidak sama
C. 2 dan 3 ($textC5textH12$ vs $textC5textH12$) – rumus molekul sama. Jika struktur 3 berbeda dari 2, ini benar. Mari kita asumsikan struktur 3 dimaksudkan berbeda dari 2, misalnya 2,2-dimetilpropana. Tapi dengan struktur yang diberikan, itu sama.
D. 4 dan 5 ($textC4textH10textO$ vs $textC4textH10textO$) – rumus molekul sama, struktur berbeda. Ini adalah isomer fungsional/posisi.
E. 1, 2, dan 3 – tidak mungkin karena rumus molekulnya berbeda.Kesimpulan terbaik berdasarkan pilihan yang ada dan kemungkinan kesalahan penulisan soal adalah D. Senyawa 4 dan 5 memiliki rumus molekul $textC4textH10textO$ dan merupakan isomer posisi/fungsional.
Senyawa 4: $textCH_3textCH_2textCH_2textCH_2textOH$ (butanol-1)
Senyawa 5: $textCH_3textCH(textOH)textCH_2textCH_3$ (butanol-2)
Keduanya adalah isomer posisi (gugus -OH berpindah posisi) dan juga isomer fungsional (jika kita membandingkan dengan eter C4H10O seperti dietil eter).Strategi penyelesaian:
- Tentukan rumus molekul setiap senyawa.
- Cari pasangan senyawa dengan rumus molekul yang sama.
- Periksa apakah susunan atomnya berbeda. Jika ya, mereka adalah isomer struktur.
Soal 4:
Reaksi oksidasi alkohol primer dengan KMnO4 berlebih akan menghasilkan:
A. Aldehida
B. Keton
C. Asam karboksilat
D. Ester
E. Eter
Pembahasan:
Mari kita ingat kembali reaksi oksidasi alkohol:
- Alkohol primer:
- Oksidasi ringan (misalnya dengan PCC atau pereaksi CrO3): Menghasilkan aldehida.
- Oksidasi kuat (misalnya dengan KMnO4 atau K2Cr2O7 dalam suasana asam): Menghasilkan asam karboksilat.
- Alkohol sekunder:
- Oksidasi (dengan agen pengoksidasi kuat): Menghasilkan keton.
- Alkohol tersier:
- Tidak mudah teroksidasi pada atom karbon yang mengikat gugus -OH, kecuali dalam kondisi yang sangat drastis yang menyebabkan pemecahan rantai karbon.
Dalam soal ini, disebutkan bahwa alkohol primer dioksidasi dengan KMnO4 berlebih. KMnO4 adalah agen pengoksidasi yang kuat. Dengan adanya pereaksi berlebih, oksidasi akan berlanjut hingga produk yang paling stabil, yaitu asam karboksilat.
Contoh:
$textCH_3textCH_2textCH_2textOH$ (propan-1-ol, alkohol primer)
$xrightarrowtextKMnO_4 text berlebih$ $textCH_3textCH_2textCOOH$ (asam propanoat, asam karboksilat)
Jika hanya oksidasi ringan, propan-1-ol akan menjadi propanal ($textCH_3textCH_2textCHO$). Namun, aldehida masih dapat dioksidasi lebih lanjut oleh KMnO4 menjadi asam karboksilat.
Kesimpulan: Oksidasi alkohol primer dengan KMnO4 berlebih menghasilkan asam karboksilat.
Soal 5:
Polimerisasi adisi adalah proses pembentukan polimer dari monomer-monomer yang memiliki ikatan rangkap, di mana tidak ada atom yang terbuang. Contoh polimer yang terbentuk melalui polimerisasi adisi adalah:
A. Nilon
B. Poliester
C. Teflon (PTFE)
D. Bakelit
E. Protein
Pembahasan:
Mari kita analisis jenis polimerisasi untuk setiap pilihan:
- A. Nilon: Terbentuk melalui polimerisasi kondensasi antara diamina dan asam dikarboksilat. Ada pelepasan molekul kecil (air).
- B. Poliester: Terbentuk melalui polimerisasi kondensasi antara diol dan asam dikarboksilat. Ada pelepasan molekul kecil (air).
- C. Teflon (PTFE – Polytetrafluoroethylene): Monomernya adalah tetrafluoroetena ($textCF_2=textCF_2$). Ikatan rangkap pada monomer ini terbuka dan bergabung membentuk rantai polimer tanpa pelepasan atom lain.
$n (textCF_2=textCF_2) rightarrow -_n-$
Ini adalah contoh klasik polimerisasi adisi. - D. Bakelit: Merupakan polimer termoset yang terbentuk dari reaksi kondensasi fenol dan formaldehida. Ada pelepasan molekul kecil (air).
- E. Protein: Merupakan polimer alami yang terbentuk dari monomer asam amino melalui polimerisasi kondensasi (pembentukan ikatan peptida), dengan pelepasan molekul air.
Kesimpulan: Contoh polimer yang terbentuk melalui polimerisasi adisi adalah Teflon (PTFE).
Bagian 3: Kesetimbangan Kimia dan Kinetika Reaksi
Soal 6:
Dalam suatu wadah tertutup, kesetimbangan tercapai pada reaksi:
$2textSO_2(g) + textO_2(g) rightleftharpoons 2textSO_3(g)$
Jika volume wadah diperkecil, bagaimana pengaruhnya terhadap posisi kesetimbangan dan harga tetapan kesetimbangan ($textK_c$)?
A. Kesetimbangan bergeser ke kanan, harga $textK_c$ bertambah.
B. Kesetimbangan bergeser ke kiri, harga $textK_c$ tetap.
C. Kesetimbangan bergeser ke kanan, harga $textK_c$ tetap.
D. Kesetimbangan bergeser ke kiri, harga $textK_c$ berkurang.
E. Kesetimbangan bergeser ke kanan, harga $textK_c$ berkurang.
Pembahasan:
Prinsip yang relevan di sini adalah Asas Le Chatelier. Asas ini menyatakan bahwa jika pada suatu sistem kesetimbangan dikenakan suatu aksi, maka sistem akan berubah sedemikian rupa untuk mengurangi pengaruh aksi tersebut.
-
Pengaruh Perubahan Volume: Perubahan volume wadah akan mempengaruhi tekanan total sistem. Jika volume diperkecil, tekanan total akan meningkat.
- Dalam reaksi kesetimbangan, pergeseran kesetimbangan akibat perubahan tekanan (atau volume) akan mengarah pada pihak yang jumlah mol gasnya lebih sedikit, untuk mengurangi peningkatan tekanan.
- Mari kita hitung jumlah mol gas di masing-masing sisi:
- Ruas kiri: $2text mol SO_2 + 1text mol O_2 = 3text mol gas$
- Ruas kanan: $2text mol SO_3 = 2text mol gas$
- Karena jumlah mol gas di ruas kanan lebih sedikit (2 mol) dibandingkan ruas kiri (3 mol), maka ketika volume wadah diperkecil (tekanan meningkat), kesetimbangan akan bergeser ke arah yang jumlah mol gasnya lebih sedikit, yaitu ke kanan.
-
Pengaruh Perubahan Harga Tetapan Kesetimbangan ($textK_c$): Harga tetapan kesetimbangan ($textK_c$) hanya bergantung pada suhu. Perubahan konsentrasi, tekanan, atau volume tidak akan mempengaruhi harga $textK_c$, kecuali jika perubahan tersebut menyebabkan perubahan suhu. Dalam soal ini, tidak ada informasi mengenai perubahan suhu, sehingga kita asumsikan suhu konstan.
Kesimpulan: Kesetimbangan bergeser ke kanan, dan harga $textK_c$ tetap.
Soal 7:
Diketahui laju reaksi:
$A + B rightarrow C$
Jika konsentrasi awal A dinaikkan dua kali lipat sementara konsentrasi awal B dipertahankan, laju reaksi menjadi 4 kali lebih cepat. Jika konsentrasi awal B dinaikkan dua kali lipat sementara konsentrasi awal A dipertahankan, laju reaksi menjadi 2 kali lebih cepat. Orde reaksi terhadap A adalah …
A. 0
B. 1
C. 2
D. 3
E. Tidak dapat ditentukan
Pembahasan:
Persamaan laju reaksi dapat ditulis sebagai:
$textLaju = k^m^n$
dimana $m$ adalah orde reaksi terhadap A, dan $n$ adalah orde reaksi terhadap B.
Mari kita gunakan informasi yang diberikan untuk mencari $m$ dan $n$.
-
Percobaan 1: Konsentrasi A dinaikkan dua kali lipat, konsentrasi B dipertahankan, laju menjadi 4 kali lebih cepat.
Misalkan laju awal adalah $v_1 = k_1^m_1^n$.
Laju baru adalah $v_2 = k_1^m_1^n = k cdot 2^m _1^m _1^n$.
Diketahui $v_2 = 4v_1$.
Maka, $4v_1 = k cdot 2^m _1^m _1^n$.
Substitusikan $v_1$: $4(k_1^m_1^n) = k cdot 2^m _1^m _1^n$.
Dengan mencoret $k_1^m_1^n$, kita dapatkan:
$4 = 2^m$.
Dari sini, $m = 2$. Orde reaksi terhadap A adalah 2. -
Percobaan 2: Konsentrasi B dinaikkan dua kali lipat, konsentrasi A dipertahankan, laju menjadi 2 kali lebih cepat.
Misalkan laju awal adalah $v_1 = k_1^m_1^n$.
Laju baru adalah $v_3 = k_1^m_1^n = k _1^m cdot 2^n _1^n$.
Diketahui $v_3 = 2v_1$.
Maka, $2v_1 = k _1^m cdot 2^n _1^n$.
Substitusikan $v_1$: $2(k_1^m_1^n) = k _1^m cdot 2^n _1^n$.
Dengan mencoret $k_1^m_1^n$, kita dapatkan:
$2 = 2^n$.
Dari sini, $n = 1$. Orde reaksi terhadap B adalah 1.
Soal hanya menanyakan orde reaksi terhadap A.
Kesimpulan: Orde reaksi terhadap A adalah 2.
>
Penutup:
Memahami konsep-konsep dasar kimia unsur, kimia inti, kimia organik, kesetimbangan kimia, dan kinetika reaksi adalah kunci sukses dalam menghadapi materi kelas XII semester 2. Latihan soal yang variatif, seperti yang telah kita bahas di atas, akan membantu Anda memperkuat pemahaman dan mengembangkan strategi penyelesaian yang efektif. Jangan ragu untuk terus berlatih, mencari referensi tambahan, dan berdiskusi dengan teman atau guru jika menemui kesulitan. Dengan persiapan yang matang, Anda pasti dapat menguasai materi ini dengan baik. Selamat belajar!
